Ventilator : Sejarah, Kegunaan, dan Risiko Penggunaannya dalam Proses Pernapasan

Phonesarena.net – Wabah virus corona membuat kebutuhan ventilator meningkat. Apa dan bagaimana sebenarnya kegunaan alat ini? Ya, menurut WHO, Sekitar 1 dari 6 pasien corona (Covid 19) didera sakit serius sehingga mengalami kesulitan dalam bernapas. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen yang bisa berujung pada kematian. Oleh karenanya, ventilator atau alat bantu pernapasan sangat dibutuhkan oleh pasien corona. Sayangnya, memproduksi ventilator ini tidak bisa dilakukan dengan cepat, ditambah lagi jumlah pasien yang semakin meningkat tidak sebanding dengan jumlah ventilator yang tersedia.

Apa itu Ventilator?

Ventilator merupakan sebuah mesin atau alat bantu pernapasan yang digunakan kepada orang yang memiliki gangguan pernapasan. Kebanyakan dugunakan di instansi rumah sakit, kepada pasien yang menderita kesulitan bernapas. Melalui alat ini, pasien yang kesulitan bernapas akan dibantu untuk mendapatkan udara sehingga dapat bernapas seperti layaknya orang normal.

Baca Juga: Samsung Galaxy M21, Spek Berkelas Harga Terjangkau, S,Amoled,Baterai 6000 mAh

Sejarah Ventilator

Diawali dengan penemuan pada abad ke-20 ketika penyakit polio mewabah. Ventilator hanyalah alat bantu pernapasan pasien, sifatnya bukan untuk menyembuhkan penyakit, digunakan sementara, meskipun adapula pasien yang menggunakan alat bantu pernapasan ini sepanjang hidupnya.

Philip Drinker, seorang Profesor di Harvard University mengembangkan bentuk body ventilator lain dengan kekuatan listrik yang disebut iron lung pada tahun 1928. Dia menggambarkannya sebagai “alat yang agak rumit dan ribet”. Komponennya terbuat dari logam silindris dengan penutup dan kerah karet yang terpasang di salah satu ujungnya, sehingga kepala dan leher pasien akan terlihat menonjol.

Dikutip dari Jurnal Respirologi Indonesia, John Dalziel pada tahun 1938 memperkenalkan body ventilator lain dalam bentuk tank type untuk penderita polio yang terdiri atas ruang padat berisi udara dengan posisi penderita duduk di dalamnya tetapi kepala di luar.

Di tahun 1949, insinyur Amerika bernama John Haven Emerson mengembang ventilator anestesi yaitu ventilator digunakan pada proses pembedahan dan perawatan medis intensi sehingga dapat mengatur pernapasan pasien dan membuat operasi menjadi lebih mudah dilakukan.

Sejarah Ventilator
Ventilator pada Masa Awal terbuat dari Besi (Sumber: https://www.nap.edu)

Baca Juga: Spek iPhone SE (2020) Beserta Harganya HP Apple Terbaru

Ventilator Invasif dan Ventilator Non-Invasif

Ventilator bekerja dnegan menggunakan dua cara, yaitu ventilator mekanis (invasif) dan ventilasi non-invasif. Cara kerja ventilasi mekanis yaitu sebuah tabung dimasukkan ke dalam batang tenggorok (pasien) baik melalui mulut atau melalui lubang tenggorokan (trakeostomi).

Ventilator Invasif
Ventilator Invasif (Sumber: slideshare.net)

Sedangkan cara kerja ventilasi non-invasif, yaitu udara didorong ke paru-paru sembari dihisap kembali melalui ventilasi tekanan negatif yang memungkinkan proses resporasi dan pergerakan dada. Pemasangannya secara tidak invasif, masker wajah atau masker hidung dipasang untuk pasien tersebut bernapas.

Ventilator Non Invasif
Ventilator Non Invasif (Sumber: https://www.draeger.com)

Kegunaan Ventilator

Kegunaannya adalah untuk membantu memasukkan oksigen ke dalam tubuh pasien. Ventilator bermanfaat mengurangi stres bernapas memungkinkan pasien untuk mengendurkan otot-otot pernapasan mereka. Hal ini memberi waktu kepada pasien untuk pulih, dapat membantu sistem pernapasan kembali normal, sehingga mencegah cedera pernapasan.

Pada pasien Covid-19 misalnya, dalam kasus yang parah virus menyebabkan kerusakan paru-paru. Sistem kekebalan tubuh mendetaksi hal ini dan memperluas pembuluh darah sehingga lebih banyak sel imunitas yang masuk. Akan tetapi, hal ini bisa berakibat cairan masuk ke paru-paru, membuatnya lebih sulit untuk bernapas, menyebabkan kadar oksigen dalam tubuh menurun. Ventilator digunakan untuk mendorong udara dengan peningkatan kadar oksigen ke paru-paru sehingga bernapas bisa lebih mudah.

Risiko Penggunaan Ventilator

Disamping memiliki manfaat, terdapat risiko dari penggunaan ventilator :

  1. Infeksi Paru-paru
    Tabung ventilator memungkinkan infeksi lain dapat masuk ke paru-paru. Kebocoran kecil saja di sekitar masker ventilasi dapat menyebakan tetesan menyembur keluar dan menginfeksi orang disekitarnya. Selain itu, apabila tekanan oksigen yang terlalu tinggi hanya akan membebani paru-paru yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru. Oleh karenanya, setiap pasien harus memiliki ukuran tekanan respirator yang berbeda sesuai kondisi paru-paru masing-masing.
  1. Pnemothoraks
    Yaitu kondisi dimana udara justru keluar dari paru-paru dan mengisi rongga yang ada diantara paru-paru dan dinding dada. Akibatnya, pasien akan mengalami sesak napas, nyeri pada dada hingga kolaps.
  1. Bekuan darah
    Pembekuan darah atau infeksi kulit yang cukup serius juga bisa terjadi karena pemberian tekanan oksigen yang tidak semestinya melalui alat bantu pernapasan.

Itulah penjelasan mengenai apa itu ventilator, sejarah, penggunaan dan risikonya dalam pernapasan manusia. Terima kasih sudah berkunjung ke Phonesarea.net, Semoga bermanfaat.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *